Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Sejarah Kelam dan Karakteristik Salafi-Wahabi

  Siapa Wahabi Itu?  Wahabi merupakan sebutan bagi pengikut ajaran Muhammad bin Abdil Wahab (w. 1793 M), seorang tokoh yang diklaim oleh pengikutnya sebagai pemurni tauhid. Ia lahir di kampung Uyainah Najd sekitar 70 km arah barat laut kota Riyadl, sekarang disebut Arab Saudi. Banyak ulama Wahabi mengakui penisbatan Wahabiyah pada pengikut Muhammad bin Abdil Wahab bahkan membangga-banggakannya.  Dewasa ini, kelompok Wahabi menolak penisbatan Wahabiyah kepada Muhammad bin Abdil Wahab. Kata mereka, Wahabi itu dinisbatkan kepada Muhammad bin Rustum yang memang Khawarij bukan Muhammad bin Abdil Wahab. Padahal nisbat ini diambil dari nama ayahnya: Abdil Wahab, dan penisbatan seperti ini sudah masyhur di kancah sejarah Islam. Seperti pengikut Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i disebut Syafi'iyah atau Imam Ahmad bin Hanbal disebut Hanabilah atau Imam Nu'man bin Tsabit Al-Hanafi disebut Hanafiyah.  KH. Abdul Muchit Muzadi mengatakan; NU didirikan atas dasar perlawanan terha...

Al-Ghazali & Qanun At-Ta'wil

  Al-Ghazali adalah salah satu ulama besar yang diakui kedalaman dan keluasan ilmunya. Kontribusinya besar terhadap keilmuan Islam. Buah pemikirannya banyak dikaji dan pandangannya dijadikan rujukan oleh ulama sezaman maupun setelahnya. Para ulama menyematkannya gelar "Hujjatul-Islam" kepadanya karena jasa pemikiran dan pengaruhnya yang luas. Ulama juga sepakat bahwa Al-Ghazali adalah "mujaddid" abad kelima Hijriah. Pemikiran Al-Ghazali dalam segala bidang keilmuan ngak diragukan lagi. Di bidang ushul fiqh Al-Ghazali adalah imamnya. Di bidang ilmu kalam, mantiq dan filsafat Al-Ghazali adalah pakarnya. Di bidang tasawuf, pendidikan, dan psikologi Al-Ghazali adalah guru besarnya. Buah karya Al-Ghazali juga melimpah. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, dari bahasa Latin dan Inggris, Jerman dan Perancis, hingga bahasa Belanda dan Indonesia. Karena kedalaman dan keluasan ilmunya, Al-Ghazali seringkali ditanya tentang berbagai hal, term...

Kata "Kun" fil Quran

Dalam Al-Quran ketika Allah hendak mengadakan sesuatu cukup berfirman "kun" (jadilah). Pertanyaannya, apakah sesuatu yang hendak Allah ciptakan sudah siap, setengah siap, atau langsung selesai ketika Allah berfirman "kun". Tetapi dalam pengadaan langit dan bumi Allah malah menciptakan selama enam hari. Jadi, gimana sebenarnya untuk memahami redaksi "kun" dalam Al-Quran tersebut? Jawaban Redaksi "kun" (jadilah) adalah bentuk fi'il amar, menunjukkan arti perintah. Secara logika, orang yang memerintah pasti ada objek yang diperintah. Orang yang berbicara pasti ada lawan bicara. Orang yang menyuruh pasti ada objek yang disuruh. Orang yang mengadakan pasti ada sesuatu yang diadakan.  Jika Allah berfirman terhadap sesuatu, sedangkan sesuatu tersebut belum ada, itu mustahil, sebab Allah berfirman terhadap dirinya sendiri tanpa ada objek yang difirmani. Dan sesuatu yang belum ada, tidak mungkin paham terhadap firman Allah itu.  Jika Allah berfirman t...

Salafi & Dahi Hitam

Apa hukum membuat dahi hitam seperti yang dilakukan tokoh-tokoh Wahabi, apakah perbuatan itu ada dalilnya? Jawaban Ngak ada dalilnya. Perbuatan Salafi menghitamkan dahi itu merupakan akibat gagal paham terhadap ayat Al-Quran surat Al-Fath ayat 29. Entah mereka menggunakan tafsir apa untuk membenarkan perbuatan mereka.  Dalam kitab tafsir Ad-Durr Al-Mantsur fi Tafsir bil Ma'tsur karya Imam Suyuthi, dari Ubay bin Ka'ab berkata, Rasulullah bersabda tentang firman Allah:   (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ)  قال: النور يوم القيامة "..tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud." (Qs.Al-Fath: 29) Maksudnya adalah cahaya di wajah pada hari kiamat. (Ad-Durr Al-Mantsur/519) Dari sini jelas, bahwa maksud ayat di atas adalah wajah mereka orang-orang mukmin bercahaya kelak di hari kiamat karena bekas sujud. Adapun membuat dahi hitam di dunia itu tidak ada sangkut-pautnya dengan ayat di atas. Bahkan, menghitamkan dahi dengan sengaja justru tidak d...

72 Sekte Selamat, 1 Celaka

Menarik, saya kemarin baca kitab Faishal At-Tafriqah Bainal Islam waz Zandaqah karya Imam Ghazali kemudian menemukan keterangan bahwa yang selamat dari 73 sekte dalam Islam adalah 72 sedangkan yang celaka hanya satu, yaitu orang-orang zindiq.  Keterangan ini seakan-akan bertabrakan dengan kitab al-Milal wan Nihal karya Imam Syahrastani dan kitab Iljamul Awam 'an Ilmil Kalam karya Imam Ghazali yang menyebutkan hadis prediksi Rasulullah bahwa akan ada perpecahan umat dan yang selamat adalah satu sekte, yaitu Ahlusunah wal Jamaah.  Kata Imam Ghazali, kedua riwayat tadi mungkin saja sahih. Dan ternyata betul, riwayat yang mengatakan yang selamat 72 sekte itu disahihkan oleh Imam Hakim. Dan riwayat yang mengatakan bahwa yang celaka 72 sekte juga sahih! Lalu mana yang benar? Ternyata dua hadis yang seolah-olah bertentangan itu dijawab secara rinci oleh Imam Ghazali dalam kitabnya Faishal At-Tafriqah. Dua hadis itu bisa dikompromikan. Al-Ghazali menguraikan dan mengklasifikasi bahwa ...