Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Iman Dalam Islam Harus Bersifat Ilmiah

Guru Gembul berstatement bahwa iman adalah sebatas dogma, sebatas keyakinan tidak lebih, iman itu haram diilmiahkan. "Saya percaya Tuhan itu ada, tapi kepercayaan tentang keberadaan Tuhan tidak boleh diilmiahkan, bahkan haram." Hal ini, ia lontarkan dalam debat nasab di Markas Rabithah Alawiyah 8 September kemarin. Tampaknya, pemahaman Guru Gembul tentang iman atau akidah berbeda 180 derajat dengan pemahaman ulama Ahlusunah wal Jamaah. Guru Gembul menyakini iman itu tidak bersifat ilmiah, bahkan haram diilmiahkan. Sedangkan ulama Ahlusunah wal Jamaah mengatakan bahwa iman harus ilmiah, bahkan iman tanpa bukti-bukti ilmiah tidak bisa dikatakan iman.  Hal ini, bisa kita jumpai dalam kitab-kitab klasik warisan ulama salaf. Siapapun yang pernah belajar kitab-kitab klasik karya ulama Ahlusunah wal Jamaah pasti memahami bahwa akidah-akidah pokok dalam Islam pasti bersandar pada dalil-dalil ilmiah yang bersifat kokoh. Makanya dalam Al-Quran lebih dulu disebutkan fa'lam, berilmu ...

Pemikiran Ngawur Ala Gugem

Dalam perdebatan nasab kemarin di Markaz Rabithah Alawiyah, Guru Gembul sempat menyinggung masalah ilmiah. Tampaknya ilmiah versi Guru Gembul dan versi Islam berbeda. Sebab perbedaan inilah, debat kemarin menjadi debat kusir tidak menemukan titik temu. Sebab, sejak awal standar ilmiahnya sudah berbeda. Ilmiah versi Barat hanya bersandar pada dua, rasionalisme dan empirisisme. Semua hal yang sesuai dengan logika, masuk akal, dan bisa ditangkap oleh panca indera yang sehat, maka hal itu disebut ilmiah.  Sebaliknya, apapun yang tidak masuk akal, di luar nalar akal sehat, dan tidak bisa ditangkap oleh panca indera yang sehat, maka apapun itu, dari manapun sumbernya, maka semuanya akan ditolak, termasuk khabar yang datang dari Al-Quran. Karenanya, tidak heran jika orang-orang Barat tidak percaya hal-hal yang berbau metafisik, seperti jin, malaikat, ruh, wahyu dan alam akhirat. Sebab epistemologi mereka memang berbeda dengan Islam.  Ilmiah versi Islam sebagaimana dipaparkan Imam An-...

Selamat Milad Al-Murtadlo

Allah menyucikan akalnya. Menyucikan pandangannya. Menyucikan hatinya. Menyucikan ketinggian namanya. Menyucikan pengajarnya. Menyucikan kasih sayangnya. Menyucikannya dari segala celah dan cacat.  Allah Menjaganya dari sesat. Menjaganya dari dusta. Menjaganya dari berpaling dari yang hak. Menjaga kelapangan hatinya. Menghilangkan bebannya. Dan puncaknya adalah akhlaknya yang begitu memesona. Akhlaknya yang begitu epik. Akhlaknya yang begitu indah nan jelita. Manusia yang tak seperti manusia. Cahayanya berada di atas cahaya. Ia suci dari dosa, tak seperti kita. Malaikat pun kagum dengan akhlaknya. Arsypun berguncang karena senang dengan kehadirannya. Seluruh makhluk menyambutnya dengan penuh gembira. Dialah Sang Influencer dunia, Sang Organisator Ulung, Sang Revolusioner dunia.  Hari ini, umat Islam di seluruh penjuru dunia bergembira dengan kehadiran Rabi'ul Awal, bulan kelahirannya. Umat Islam mulai memperingati, mengenalkan akhlaknya kepada dunia. Sebab kalau bukan beliau, ...