![]() |
Keterangan ini seakan-akan bertabrakan dengan kitab al-Milal wan Nihal karya Imam Syahrastani dan kitab Iljamul Awam 'an Ilmil Kalam karya Imam Ghazali yang menyebutkan hadis prediksi Rasulullah bahwa akan ada perpecahan umat dan yang selamat adalah satu sekte, yaitu Ahlusunah wal Jamaah.
Kata Imam Ghazali, kedua riwayat tadi mungkin saja sahih. Dan ternyata betul, riwayat yang mengatakan yang selamat 72 sekte itu disahihkan oleh Imam Hakim. Dan riwayat yang mengatakan bahwa yang celaka 72 sekte juga sahih!
Lalu mana yang benar?
Ternyata dua hadis yang seolah-olah bertentangan itu dijawab secara rinci oleh Imam Ghazali dalam kitabnya Faishal At-Tafriqah. Dua hadis itu bisa dikompromikan. Al-Ghazali menguraikan dan mengklasifikasi bahwa maksud hadis "yang celaka satu" adalah kaum zindiq, kaum zindiq akan kekal di neraka. Adapun maksud hadis lain "yang selamat satu" adalah kaum muslimin yang masuk surga tanpa hisab.
Menurutnya, hadis tentang 72 sekte yang selamat perlu diartikan kembali untuk persatuan umat Islam. Bahwa seluruh umat Islam masuk surga. Adapun yang akidahnya salah, maka akan masuk neraka dulu namun kemudian masuk surga. “Adapun yang masuk neraka selamanya itu adalah satu golongan, yaitu kaum zindiq. Zindiq adalah mereka yang menampakkan keimanan tapi dalam hatinya kufur."
Latar belakang lahirnya kitab Faishal At-Tafriqah ini karena Al-Ghazali dikafirkan oleh kelompok yang tidak sependapat dengan beliau. Ini menunjukkan bahwa kitab tersebut merupakan hasil refleksi Imam Ghazali tentang pentingnya memahami ajaran Islam dengan benar dan menghindari perpecahan sesama muslim.
Al-Ghazali menekankan untuk tidak mudah menuduh kelompok lain kafir hanya karena perbedaan pendapat. Karena hal itu akan menimbulkan perpecahan sesama umat Islam. Al-Ghazali berusaha menutup rapat-rapat pintu "takfir" (mengkafirkan orang lain) dan mengingatkan pentingnya memahami Islam dengan benar.

Komentar