![]() |
Pemikiran Al-Ghazali dalam segala bidang keilmuan ngak diragukan lagi. Di bidang ushul fiqh Al-Ghazali adalah imamnya. Di bidang ilmu kalam, mantiq dan filsafat Al-Ghazali adalah pakarnya. Di bidang tasawuf, pendidikan, dan psikologi Al-Ghazali adalah guru besarnya.
Buah karya Al-Ghazali juga melimpah. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, dari bahasa Latin dan Inggris, Jerman dan Perancis, hingga bahasa Belanda dan Indonesia. Karena kedalaman dan keluasan ilmunya, Al-Ghazali seringkali ditanya tentang berbagai hal, termasuk bagaimana memahami Al-Quran atau hadis yang sulit dipahami.
Dalam memberikan jawaban, Al-Ghazali tidak hanya menjawab secara singkat dengan ucapan, namun tidak sedikit yang beliau tulis untuk kemudian dijadikan pedoman dalam memahami Al-Quran dan hadis. Salah satu kitab yang ditulis Al-Ghazali adalah Qanun At-Ta'wil atau Al-Qanun Al-Kulli.
Kitab Qanun At-Ta'wil ditulis Al-Ghazali untuk menjawab pertanyaan dari muridnya, Imam Qadhi Abu Bakr Ibn Arabi (seorang ahli hadis bukan Ibn Arabi ahli filsafat). Sosok Ibn Arabi dikenal ahli hadis. Dalam bidang hadis Ibn Arabi punya karya Aridhat Al-Ahwadzi Syarah Sunan At-Tirmidzi. Ibn Arabi belajar kepada Al-Ghazali dan bersahabat selama dua tahun. Ibn Arabi juga termasuk murid yang meriwayatkan kitab Ihya' Ulumiddin langsung dari Al-Ghazali dan menyebarkannya di negeri-negeri Barat.
Suatu waktu, Ibn Arabi bertanya kepada Al-Ghazali tentang hadis-hadis yang bersifat metafisik. Misalnya: "setan itu berjalan menyusuri kalian lewat pembuluh darah/tempat darah mengalir" Apakah menyatunya setan dan darah itu seperti menyatunya air dan air, atau seperti menyatunya kayu dengan air?
"Apakah setan itu masuk ke sel-sel darah yang dialirkan ke hati, atau setan langsung masuk ke subtansi hati?"
"Setan ketika mendengar azan, lari terbirit-birit hingga mengeluarkan kentut besar. Kentut setan itu bau apa ngak sih?"
"Setan itu tidak tersusun dari jisim/bagian-bagian. Ia makhluk halus. Bagaimana mungkin makhluk halus bisa makan, yang katanya bahan makanannya adalah "tulang-belulang"? Apakah setan hanya mencium "tulang-belulang" itu atau gimana. Sedangkan setan sendiri tidak berupa bentuk, jadi ngak mungkin mencium itu?"
"Bagaimana hakikat alam barzakh. Setan itu masuk golongan mana, surga atau neraka. Soalnya di barzakh ngak ada tempat kecuali surga dan neraka?
"Barzakh itu diibaratkan seperti pagar yang memiliki pintu. Di dalam pintu ada rahmat, di luarnya ada siksa. Klaim itu benar apa ngak sih?"
"Orang yang kerasukan setan bicaranya galur-gedul, ngak jelas, itu ucapan setan atau orang yang kerasukan?"
Juga banyak lagi pertanyaan Ibn Arabi kepada Al-Ghazali yang bersifat metafisik. Semua pertanyaan itu tampak rumit, tidak mudah untuk menjawabnya. Perlu kajian mendalam. Akhirnya, Al-Ghazali berinisiatif untuk menulis kitab untuk menjawab pertanyaan muridnya itu. Lahirlah kemudian kitab Qanun At-Ta'wil sebagai respons dan panduan memahami teks-teks yang rumit.
Dalam kitab itu Al-Ghazali tidak hanya sekedar menjelaskan maknanya, tapi juga memberikan metode pemahaman yang benar. Al-Ghazali juga memaparkan secara detail di antara lima kelompok. Kelompok yang dianggap benar oleh Al-Ghazali adalah kelompok kelima, kelompok yang moderat. Mereka adalah kelompok yang mampu memadukan antara dalil-dalil agama dan rasional. Antara ma'qul dan manqul. Antara naql dan aqli.
#resumkitab

Komentar