Gambar: hanya ilustrasi Fenomena Isra-mi'raj terekam jelas dalam Al-Quran dan hadis. Jadi kebenarannya tidak perlu diragukan. Orang yang menolak kebenaran Isra-mi'raj apalagi sampai mengejek, maka sebenarnya ia sedang terjangkit penyakit kronis dalam bidang akidahnya, ia sedang terkena problem serius dalam keimanan kepada Allah, Al-Quran, malaikat, wahyu dan lainnya. Perihal Isra-mi'raj wajib diimani kebenarannya oleh setiap Muslim. Adapun, aspek apakah Nabi Isra-mi'raj dengan ruh dan jasad atau ruhnya saja itu masalah lain yang bersifat furu'iyah. Sejak awal para sahabat dan sahabiyah sudah bersilang pendapat perihal cara Nabi dalam melakukan Isra-mi'raj. Mayoritas ulama salaf dan khalaf berpendapat bahwa Nabi Isra-mi'raj dengan ruh dan jasadnya. Kelompok kedua berpendapat bahwa Nabi mengalami peristiwa itu dengan ruhnya saja. Imam Ibn Hajar As-Asqalani, dalam Syarah al-Bukhari mengatakan: "Isra-mi'raj terjadi dalam satu malam dalam keadaan sadar ...