Ada empat ciri utama cara berpikir Ahlusunah Waljamaah atau kita sebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya: Pertama, at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan, tidak liberal dan tidak pula radikal. Ini didasarkan pada firman Allah: وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُوْنُوْا شُهَدَاءَ عَلٰى النَّاسِ "Dan demikianlah Kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia.." (Qs. al-Baqarah: 143) Sebagai contoh, perbedaan pendapat mengenai status pelaku dosa besar: A. Khawarij berpendapat bahwa orang yang melakukan dosa besar adalah kafir. Atau meninggalkan amaliah agama menyebabkan seorang mukmin menjadi kafir. Landasan mereka adalah karena amaliah termasuk bagian dari iman. B. Muktazilah berpendapat bahwa pelaku dosa besar bukan Islam dan bukan pula kafir. Ia berada di anta...