Terdapat banyak ayat atau hadis jika diartikan secara literal akan melahirkan kontradiktif. Ayat satu bertabrakan dengan ayat lainnya. Hadis satu bertentangan dengan hadis lainnya. Sehingga para ulama salaf dalam memahami ayat atau hadis menggunakan dua metode, pertama "metode tafwidl" kedua "metode ta'wil". Tafwidl adalah tidak melakukan penafsiran apapun terhadap teks-teks tersebut, mencukupkan diri dengan penetapan sifat-sifat yang telah Allah tetapkan bagi Dzat-Nya, menyucikan Allah dari segala kekurangan dan penyerupaan terhadap hal-hal yang baru. (Mazhab Asy'ari, Benarkah Ahlusunah wal Jamaah?/208) Ta'wil adalah mengalihkan pengertian teks-teks yang mutasyabihat dari makna literalnya dan meletakkan maksud-maksudnya dalam satu bingkai pengertian yang sejalan dan seiring dengan teks-teks muhkamat, yang memastikan kesucian Allah dari arah, tempat dan anggota tubuh seperti makhlukNya. (Mazhab Asy'ari, Benarkah Ahlusunah wal Jamaah?/12) Dua metode...