![]() |
Menurut Imam Haramain: "Memahami hukum akal yang tiga ini merupakan akal itu sendiri. Orang yang tidak paham ketiga hal ini, sama dengan orang yang tidak berakal." (Akidah al-Awam/3). Imam Haramain adalah gurunya Imam Ghazali.
1. Wajib aqli adalah sesuatu yang wajib ada menurut akal, dan ketiadaannya dianggap tidak rasional. Adanya sesuatu tersebut hukumnya wajib, dan ketiadaannya hukumnya muhal. Misalnya begini: gelas bertempat hukumnya adalah wajib secara akal. Jika dikatakan: gelas ngak bertempat maka secara otomatis akal menolak, sebab hal demikian irasional, akal ngak bisa menangkapnya. Adanya gelas bertempat adalah kewajiban.
Misalnya: Allah wajib bersifat baqa' (kekal), tentunya akal memahami bahwa keberadaan sifat baqa' bagi Allah adalah keharusan, dan ketiadaan sifat baqa' adalah kemustahilan. Samakan contoh ini dengan sifat-sifat yang lain.
2. Muhal aqli adalah sesuatu yang mustahil ada menurut akal, dan keberadaannya dianggap tidak rasional. Sifat muhal adalah kebalikan dari sifat wajib. Misalnya: sifat naqs (kekurangan) atau 'ajz (kelemahan) bagi Allah adalah mustahil secara akal, karena akal tidak bisa menerima bahwa Allah memiliki kekurangan atau kelemahan.
3. Jaiz aqli adalah sesuatu yang mungkin ada atau tidak ada menurut akal, dan keberadaannya tidak dianggap sebagai keharusan atau kemustahilan. Misalnya: Allah dapat berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya, dan tidak ada yang dapat menghalangi-Nya.
Spesifikasi Aqaid 50
Sifat-sifat Allah
1. Sifat wajib bagi Allah berjumlah 20. Kemudian 20 sifat ini dikerucutkan menjadi empat bagian: yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, ma'ani dan maknawiyah.
• Sifat nafsiyah adalah sifat diri. Sifat nafsiyah ini tidak memberikan makna lebih kepada dzat. Sifat nafsiyah adalah dzat itu sendiri. Sifat ini ada satu, yaitu "sifat wujud".
• Sifat salbiyah adalah sifat yang merusak dan meniadakan sifat-sifat yang tidak layak disematkan kepada Allah. Seperti sifat a'dam (ketiadaan) huduts (kebaruan) fana' (kehancuran) dan lainnya. Sifat salbiyah ada 5, yaitu qidam sampai wahdaniat.
• Sifat ma'ani adalah sifat yang benar-benar ada pada dzat. Seperti warna hitam yang ada pada batu. Hitam adalah sifat, dan batu adalah dzat. Sifat (hitam) berada dan melekat pada dzat (batu). Atau bersifat abadi seperti sifat qudrat bagi Allah. Qudrat adalah sifat, dan Allah adalah Dzat. Sifat qudrat berada dan melekat pada Allah. Sifat ma'ani ada 7, dari qudrat sampai kalam.
• Sifat maknawiyah adalah sifat yang tidak bisa dipisahkan dari sifat ma'ani. Sifat maknawiyah memperkokoh sifat ma'ani. Jika Allah kuasa, pasti Allah Mahakuasa. Jika Zaid jujur, pasti Zaid sosok yang jujur. Jika Zaid pintar, pasti Zaid sosok yang pintar. Adanya sifat maknawiyah sangat erat kaitannya dengan sifat ma'ani. Sifat maknawiyah adalah kelanjutan logis dari sifat ma'ani. Sifat ini ada 7, dari qadiran sampai mutakaliman.
2. Sifat mustahil bagi Allah juga ada 20. Sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib. Lebih mudahnya sifat wajib pasti dimiliki oleh Allah, sifat mustahil pasti tidak dimiliki oleh Allah. Seorang muslim di samping memahami sifat yang layak bagi Allah, juga harus memahami sifat yang tidak layak bagi Allah.
3. Sifat jaiz hanya ada satu. Sifat jaiz ini diibaratkan hak wewenang Allah dalam bertindak. Allah berhak memberi kebaikan dan keburukan pada siapapun. Allah berhak menjadikan Zaid muslim, Allah juga berhak menjadikan Zaid kafir. Allah berhak memberi ilmu pada Zaid, juga berhak memberi kebodohan pada Zaid.
Sifat-sifat Para Rasul
1. Sifat wajib bagi para rasul ada empat. Pertama, shiddiq (jujur) dalam berbicara. Kedua, amanah, dalam arti para rasul terjaga dari melakukan perkara haram dan makruh. Ketiga, tabligh, artinya menyampaikan apa yang diwahyukan untuk disampaikan kepada makhluk. Keempat, fathanah atau cerdas.
2. Sifat mustahil bagi rasul juga ada empat. Pertama, dusta dalam berbicara. Kedua, khianat, dalam arti para rasul melakukan perkara haram atau makruh. Ketiga, kitman, menyembunyikan apa yang diperintah untuk disampaikan. Keempat, baladah (goblok).
3. Sifat jaiz bagi para rasul ada satu. Sifat jaiz adalah kebolehan para rasul dalam melakukan perbuatan manusiawi yang tidak sampai mengurangi kemuliaan derajat mereka. Dengan sifat ini, para rasul juga memiliki sifat-sifat dasar manusiawi, seperti berjalan, makan, minum, nikah, tidur, sakit dan lain sebagainya.
Inilah klasifikasi hukum akal dan spesifikasi akidah 50. Dengan memahami ini, seseorang dapat memahami sifat-sifat Allah dan rasulNya dengan lebih baik, serta dapat membedakan antara yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah dan rasulNya.

Komentar