![]() |
Ungkapan itu, seakan-akan menjustifikasi bahwa tiga agama tersebut dibawa oleh para nabi utusan, agama Yahudi dibawa Nabi Musa, Kristen dibawa Nabi Isa, Islam dibawa Nabi Muhammad. Statement semacam itu, tidaklah benar. Semua para nabi utusan, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad, membawa satu agama, yaitu Islam. Mereka mengajarkan agama tauhid, menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya.
Nabi Musa, diutus oleh Allah kepada Bangsa Israel dengan membawa agama Islam. Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ya'qub juga diutus oleh Allah dengan membawa agama Islam. Begitu juga Nabi Isa diutus oleh Allah kepada Bani Israel dengan membawa agama Islam. Dengan demikian, agama yang dibawa oleh seluruh para nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad adalah agama yang sama, yaitu agama Islam. Hal ini, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran.
Lantas, agama Yahudi-Nasrani berasal dari mana? Menurut Islam, agama selain Islam itu sifatnya dilahirkan oleh manusia, bukan berasal dari Allah yang kemudian diajarkan oleh para nabi kepada kaumnya. Agama Yahudi-Nasrani menurut Islam adalah bukan berasal dari Allah, juga bukan berasal dari para nabi. Karena semua para nabi mengajarkan tauhid, menyembah hanya kepada Allah semata. Sedangkan dalam agama Kristen, sudah kita ketahui bersama di dalamnya mengajarkan tuhan trinitas, satu dalam tiga, atau tiga dalam satu.
Ajaran tentang tuhan trinitas ini (satu dalam tiga atau tiga dalam satu), sangat ditentang oleh Allah. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran. Allah sama sekali tidak mengajarkan dan tidak membenarkan demikian.
Lantas kenapa agama Yahudi-Nasrani disebutkan dalam Al-Quran? Menurut Islam, agama-agama memang diakui keberadaanya, tetapi sekaligus Allah tidak membenarkannya. Allah hanya membenarkan adanya satu agama, yaitu agama Islam. Sampai disini, sudah jelas bahwa seluruh nabi membawa agama yang sama, yaitu Islam. Dan Allah tidak membenarkan adanya agama di luar Islam.
Dengan demikian, setelah mengetahui uraian di atas kami berkesimpulan bahwa istilah "agama-agama samawi" itu sebenarnya tidak relevan, bahkan istilah yang tidak benar, mengingat agama langit itu hanya satu, dan seluruh nabi mulai dari awal sampai akhir juga membawa agama yang satu, yaitu Islam. Jadi, istilah "agama-agama samawi" adalah istilah kolot yang sudah tidak relevan lagi.

Komentar